Minggu, 14 Juni 2015

Murid TK Doakan Angeline di Acara Perpisahan

Murid TK Doakan Angeline di Acara Perpisahan

Simpati terhadap Angeline tak datang dari kalangan dewasa saja. Di tengah kegiatan Pelepasan Alumni Tahun Ajaran 2014-2015 yang berlangsung di Hotel Swiss Bel Inn, Makassar, puluhan murid Taman Kanak-Kanak (TK) Khalifah Makassar 1 dan 3 turut menggelar doa bersama untuk bocah malang itu. 

Anak-anak usia tiga hingga enam tahun tersebut kompak membacakan surat Al Fatihah dengan disaksikan oleh orangtuanya masing-masing. Acara didahului dengan pemberian testimoni dari salah seorang guru tentang sosok Angeline. Pembacaan testimoni diiringi irama musik yang menyentuh sehingga para tamu terbawa dalam suasana haru.

Salah seorang murid TK khalifah Makassar 3 bernama Walda berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban seperti Angeline. "Anak-anak mau main dan belajar. Tidak dibunuh dengan kejam," tutur bocah enam tahun itu. 

Sementara itu, kepala sekolah TK Khalifah Makassar 3 Hajjah Amalia mengatakan, sengaja mengajak para murid berdoa bersama untuk menunjukkan kepada mereka bahwa di luar sana terdapat anak-anak yang kurang beruntung, seperti Angeline. 

Selain itu, ia juga mengimbau kepada orangtua untuk senantiasa menyayangi dan melindungi anaknya dengan baik. "Anak-anak harus ceria, bebas bermain, dan belajar. Jangan sampai dibunuh dengan sadis. Kami berharap tidak ada lagi Angeline lainnya," ujar Hajjah Amalia didampingi Dian Indramayasari, Kepala Sekolah TK Khalifah Makassar 1, Minggu (14/6/2015). 

Dian Indramayasari menambahkan, kegiatan doa bersama di tengah kegiatan pelepasan alumni itu sekaligus menjadi momen pencerahan, baik bagi orangtua maupun orang-orang dewasa di sekitar anak-anak. "Harapan kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anak di sekitar kita. 

Jika menemukan hal yang janggal dan mencurigakan diharap untuk memberi perhatian dan mencari tahu apa yang terjadi supaya anak-anak tidak mendapat perlakuan yang tidak pantas," imbuhnya. 

Selain doa bersama untuk Angeline, sebanyak tiga murid juga tampil untuk membacakan puisi sebagai bentuk curahan hatinya. "Jangan bentak kami, kami masih anak-anak," kata seorang murid bernama Ali Rasyid dalam puisinya. (okezone)


EmoticonEmoticon